yes, off course i love IPTP.!

2010
11.25

Sedikitpun aku tidak pernah bermimpi berdiri di tempat ini. Suatu tempat yang mungkin tidak diperhitungkan, bahkan dipandang remeh oleh banyak orang. Sejak kecil, aku memupuk cita-cita untuk menjadi seorang dokter. Kemudian makin mengerucut menjadi dokter spesialis mata. Bersama keempat orang sahabatku di SMA 3 Semarang, kami punya mimpi yang sama, dan kami ingin menjadikan itu nyata.

Februari 2008

Seorang guru BK memberikan informasi Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). Aku sedikit tertarik untuk menggali informasi mengenai USMI. Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk mengambil formulir dengan niat: menjadikan IPB sebagai CADANGAN jika aku tidak diterima di Fakultas Kedokteran UGM. Pilihan pertamaku adalah departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Sedangkan pilihan kedua, entah. Aku tidak ingat. Aku hanya tertarik pada Ilmu dan Teknologi Pangan.

Maret 2008

Ujian masuk UGM. Aku satu dari ribuan orang yang ingin mencari keberuntungan universitas tertua di Indonesia ini.

April 2008

Aku ingat sekali. Pagi itu aku tengah menjalani ujian penjajakan UAN. Pengumuman penerimaan USMI sudah diterima sekolahku. Namun, sebelum aku menerima pengumuman resmi, seorang teman lama mmberi kabar bahwa kami diterima di IPB. Aku cukup lega aku diterima. Tapi aku sangat kecewa karena aku tidak terdaftar sebagai mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, tetapi mahasiswa Fakultas Peternakan. Sungguh, saat itu aku benar-benar menjadikan IPB sebagai cadangan. TakĀ  peduli berapa uang yang harus dikeluarkan orang tuaku. Betapa egoisnya aku saat itu.

Mei 2008

Pengumuman Ujian Masuk UGM.

Hasilnya: MENYEBALKAN.! Aku gagal

Sungguh, sedikitpun tidak terbayangkan bila aku harus merantau ke Bogor. Jauh dari orang tua. Jauh dari sahabat-sahabatku. Apalagi mendalami bidang yang sama sekali tidak menarik minatku. Ayahku memang seorang sarjana Peternakan lulusan Unsoed. Sedikit banyak aku mengenal dunia peternakan lewat ayah. Namun, selama ini ayah hanya sekedar menjalankan hobi memelihara ayam. Bukan dijadikan suatu mata pencaharian. Itu yang menjadikan aku ragu dengan dunia peternakan.

Tak ku kira, ternyata ayah memendam harapan yang cukup kuat untuk menerapkan ilmu yang didapatnya semasa kuliah. Jadi, ayahlah yang mendorong aku untuk menerima kuliah di Fakultas Peternakan IPB. Meski, setengah hati, aku mencoba percaya bahwa jalan yang harus kita lewati tidak selalu ada di dalam peta.

Mei 2009

Satu tahun sudah aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama IPB. Beberapa bulan lagi aku akan memulai hari-hari sebagai mahasiswa Fakultas Peternakan. Aku memilih Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP). Hanya satu alasan mengapa aku tidak memilih departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP), yaitu kimia. Sejak SMA, aku sangat menghindari pelajaran kimia. Aku tidak mau berkutat dengan kimia lagi. Sedangkan departemen INTP sangat kental dengan kimia.

Selain itu, di departemen IPTP, diajarkan hampir semua sektor di bidang peternakan. Mulai dari hulu, budidaya hingga hilir. Mulai dari genetika, pemilihan bibit, pemeliharaan, hingga pengolahan produk peternakan. Sebuah penawaran paket lengkap.

Hingga hari ini, detik ini, aku tidak menyesal telah disesatkan di Departemen IPTP Fakultas Peternakan IPB. Jika boleh aku menarik kata-kataku dulu, aku akan mengatakan dengan lantang bahwa: “KULIAH DI PETERNAKAN TIDAK SEGAMPANG YANG ANDA KIRA.!”

Dan kini, setiap aku berkumpul dengan sahabat-sahabatku yang kuliah di Fakultas Kedokteran, aku tidak ragu untuk berbagi cerita betapa indahnya hari-hariku di IPB.